(REVIEW) Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018)

Judul : Suzzanna: Bernapas dalam Kubur
Genre: horor, drama, comedy, thriller
Actors: Alex Abbad, Ence Bagus, Luna Maya, Herjunot Ali, T. Rifnu Wikana, Verdi Solaiman, Kiki Narendra, Asri Welas, Opie Kumis
Directors: Rocky Soraya & Anggy Umbara
Release Date: 15 November 2018
 

Bangkitnya Suzzanna meramaikan dunia maya se Indonesia, siapa yang tak kenal sosok Suzzanna? bisa dibilang beliau adalah legenda artis perfilman di Indonesia khususnya genre horor. Bahkan menurut sumber berita yang dilansir dari kincir.com beliau sudah tampil di 42 judul selama berkarir di layar perak, aktris yang tutup usia di 2008 lalu ini mendapat julukan sebagai ratu horor Indonesia.

Sepuluh tahun berselang lepas kepergian sang ratu, sosok ikonis Suzzanna dibangkitkan melalui film besutan Rocky Soraya dan Anggy Umbara berjudul Suzzanna: Bernapas dalam Kubur. Diperankan oleh Luna Maya, film keluaran Soraya Intercine Films ini melakukan debut dahsyat dengan cerita dan tampilan yang memukau.

Ketika kabar penggarapan film ini beredar, banyak yang menyangsikan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur akan bisa menandingi pesona film terdahulu yang dibintangi oleh sang ratu horor. Namun ketika teaser dan cuplikan perdana dirilis, minat dan rasa penasaran para penikmat horor di Tanah Air enggak bisa terbendung.

Film ini bercerita tentang kisah sepasang suami istri bernama Satria (Herjunot Ali) dan Suzzanna (Luna Maya) yang sudah lama menikah namun belum dikarunia keturunan. Kerinduan akan buah hati menjadi kenyataan setelah sang istri dinyatakan hamil. Mendengar kabar ini, Satria menjadi girang bukan kepalang.

Satria dihadapkan dengan tuntutan dari anak buahnya, Jonal (Verdi Solaiman) dan Umar (Teuku Rifnu Wikana) yang meminta kenaikan gaji. Beralasan bahwa belum lama ini sudah memberikan gaji, Satria mementahkan permintaan dua anak buahnya ini.

Terdesak dalam hal keuangan, Jonal mengusulkan kepada Umar, Gino (Kiki Narendra) dan Dudun (Alex Abbad) untuk merampok rumah Satria, karena dia akan dinas ke Jepang selama beberapa hari. Umar yang memiliki rasa terhadap Suzzanna menolak mentah-mentah rencana ini, namun karena desakan temannya, buruh pabrik yang satu ini akhirnya luluh juga.

Rencana dilancarkan, semua berjalan lancar, sampai akhirnya aksi mereka tepergok oleh Suzzanna. Setelah kejar-kejaran selama beberapa waktu, Suzzanna harus tewas karena tertusuk dengan enggak sengaaja oleh Dudun.

Panik dan ketakutan, empat sekawan tadi akhirnya memutuskan untuk mengubur mayat perempuan nahas ini di halaman rumahnya sendiri. Ini adalah asal mula perubahan Suzzanna menjadi sundel bolong. Mitos menyebutkan bahwa seorang ibu yang meninggal dalam keadaan mengandung akan berubah menjadi Sundel Bolong. Mengusung misi balas dendam, Suzzanna yang tadinya lemah lembut berubah menjadi makhluk astral yang brutal.

 

Di film ini, Suzzanna memang menjadi fokus utama. Konflik yang udah dibuat dengan baik, sukses membuat penonton penasaran akan aksi yang dilakukan oleh Suzzanna. Kalau ditilik, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur menitikberatkan pada sisi dramanya. Horor yang tersaji, walaupun digarap dengan total, belum bisa memberikan efek seram yang dahsyat.

Dibandingkan dengan keseraman yang dibangun, aksi menegangkan lebih terasa ketika banyak adegan sadis dan brutal yang menimpa para pemeran antagonis. Tapi enggak melulu dihajar dengan aksi menegangkan, kamu juga akan dibikin terbahak-bahak melihat ulah trio pembantu di rumah Suzzanna. Mia (Asri Welas), Rojali (Opie Kumis) dan Tohir (Ence Bagus) berpadu apik dalam menyajikan komedi segar.

Tahu mengemban tugas berat dalam memerankan sosok legendaris, Luna Maya membuktikan diri sebagai aktris papan atas dengan akting prima. Setiap gerak-gerik, mimik tanpa ekspresi yang menjadi ciri khas sang legenda sukses ditampilkan dengan sempurna oleh aktris berusia 35 tahun ini.

Lupain semua yang kamu tahu tentang aktris kelahiran Denpasar ini, karena di Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, Luna Maya berhasil bertransformasi menjadi sang legenda horor Indonesia. Dari awalnya menjadi istri yang terkesan lemah, Maya tampil memesona saat menebar teror sebagai sundel bolong.

Herjunot Ali juga enggak kalah memukau dalam memerankan sosok suami yang sangat sayang terhadap istrinya. Kesedihan dan penyesalan tergambar jelas ketika menguak liang kubur sang istri. Meratapi sambil memeluk jasad yang udah terbujur kaku, akting brilian dari aktor berusia 33 tahun ini sukses bikin simpati.

suzzanna
Dari babak awal, udah terasa totalitas dan niat dari para kru dalam menggarap film ini. Berkat sinematografi memesona dan alur cerita yang dirangkai menjadi narasi apik, Rocky dan Anggy patut diacungi jempol.

Genre horor memang menjadi makanan sehari-hari buat Rocky, putra dari Ram Soraya ini udah menggarap beberapa film penuh atmosfer mengerikan seperti The Doll (2016), The Doll 2 (2017) dan Sabrina (2018). Dibantu oleh Anggy Umbara, sutradara dari Warkop DKI Reborn yang menjadi film tersukses sepanjang masa ini memberikan sentuhan aksi nan menegangkan serta elemen komedi yang meringankan suasana.

Di film ini, Rocky dan Anggy menempatkan Suzzanna sebagai korban sekaligus jagoan, enggak bikin ngeri, malah penonton dibuat mengamini aksi brutal dan sadis Suzanna dalam misi balas dendamnya. (sumber:kincir.com)

 

Baca berita lain :

 

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial